OtuHarriet4678
Qin Fuhua remained seated on the bed, his gaze fixed on Suyin, his fingers gently encircling her wrist. Sensing his unspoken need for comfort, she remained by his side, offering silent support.
+Piercing effect
Jam menunjukan pukul 8 malam, seorang wanita bersiap bermain game dengan laptopnya dan menunggu lawannya untuk melakukan game. Wanita itu memberikan pesan di chat game itu.
"Kau benar-benar akan pergi dari sini?"
Hingga tak terhindar lagi, air mata sukses mengalir. Hatinya seakan tertusuk ribuan duri. Nafasnya terasa berat dikarenakan tidak sanggup menerima kenyataan itu. Tapi tubuh gadis itu yang terasa dingin seakan memberi hantaman keras kepadanya, kenyataan bahwa gadis yang selama ini memenuhi pikirannya, mengisi hatinya, telah pergi meninggalkannya, selamanya. Isakan tangis pria itu membisik Eunna dan Akira yang berada beberapa langkah dibelakangnya. Mereka benar-benar terguncang.
Carlo:si-----si xyrus?
Hp: 175/175
When Gilbert heard about it, he was overjoyed! He'd resigned to live with average talent, but it turned out that life still held surprises for him!
"Ok…umm… Who are you?"
Since their father paid attention to her more than the others, Amirah must have been impressive enough to capture and hold the god's interest, since not everyone gets that kind of special treatment.
"N-No you fucking bastard." She tried to kick at the murder making him back away for a little bit before he hit the mother in the back of the head with his metal bat. Killing the mother instantly... All that was left was a huge blood spot that littered the white carpet of the upstairs hall and a screaming child.
He didn't know how he died.
